Brankas benda pegawai
Sabtu, 03 Desember 2011
Proses pembuatan daging burger untuk McDonald's di Rusia
Tag
Brankas benda pegawai
Ruang Produksi
Mereka mempunyai dua ruang produksi yang tidak bergitu besar. satu untuk daging russia segar, satu untuk daging asing yang dibekukanDaging yang dibekukan
daging asli Rusia tidak begitu berlemak (lemak 8%), oleh karena itu mereka harus mencampur dengan daging luar negeri agar mendapat lemak 20%Pencampuran Daging
Daging dicampur dengan perbandingan 50/50
Wadah Khusus
Daging tersebut digiling dan ditaruh di wadah khusus
Kontrol Suhu
Karena Keamanan dan Qualitas yang diutamakan, maka suhu daging tidak boleh terlalu tinggi, mereka mengontrolnya dengan alat khususMesin Pembuat Beef
Mesin pembentuk membuat 2 tipe beef, dengan ketebalan yang berbeda
Potongan Beef
Dan inilah potongan beef untuk seluruh Rusia !
70 Ton
Setiap hari mereka memproduksi 1.000.000 potong beef( sekitar 70 Ton )!
Tebal dan Tipis
Tebal dan Tipis
Proses Produksi Cukup Bising Sehingga Mereka Harus Memakai Alat yang Aneh Seperti itu
Ruang Pengepakan
Laboratorium Masih Memeriksa Kembali untuk Mengecek kualitas daging
Kamis, 01 Desember 2011
Tipuan Mata...
Tag
1. Apakah ini adalah gambar kapal laut atau pilar?













Reade more >>
2. Apakah mereka adalah penonton atau gedung?
3. Berapa banyak kuda yang bisa anda temukan? Jika mata anda cukup tajam, anda seharusnya menemukan 7.
4. Berapa banyak orang dalam gambar ini?
5. Cincin yang mustahil
6. Karpet hidup
7. Air terjun atau manusia terjun?
8. Ada lima ekor rusa yang bersembunyi di hutan… Bisakah anda menemukannya?
9. Berapa pilar yang ada, tiga atau dua????????? Perhatikan pilar tengah. Dimanakah ujungnya?
10. Bisakah anda menemukan empat orang dalam gambar?
11. Siapakah yang tertinggi? Percaya atau tidak, ketiganya sama tinggi!
12. Sebuah wajah? … atau sebuah kata ‘liar’?
13. Apa yang anda lihat? Bisakah anda melihat kata “LIFT”? Atau hanya sebuah gambar kotak-kotak hitam tanpa makna?
14. Temukanlah wajah-wajah dalam gambar ini:
Ada sebelas wajah dalam gambar. Bisakah anda menemukan semuanya?
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika anda menemukan 8, anda memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika anda menemukan 9, anda memiliki tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika anda menemukan 10, anda sangat teliti.
Jika anda menemukan 11, anda luar biasa teliti!
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika anda menemukan 8, anda memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika anda menemukan 9, anda memiliki tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika anda menemukan 10, anda sangat teliti.
Jika anda menemukan 11, anda luar biasa teliti!
15. Fokuskan pandangan mata anda pada titik di tengah lingkaran, lalu gerakkan kepala anda maju mundur. Aneh, bukan?
16. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Apakah panjang ketiga garis itu berbeda? Semua itu ternyata hanya ilusi mata.
17. Coba lihat dari dekat gambar ini, dan ingat gambar tersebut, lalu coba berdiri dari komputer dan mundur 3-4 langkah, lihat kembali gambar tersebut.. aneh ya?!
18. Gambarnya berdenyut-denyut.
19. Berapa titik hitamnya?
20. Ada tangga melayang?
21. Spiral? Anda pasti mengira gambar ini adalah gambar spiral, ups.. tunggu dulu coba jari anda menelusuri salah satu garis melingkar, nah apakah anda masih bersikeras mengatakan gambar ini adalah gambar spiral?
22. Apa yang anda lihat ? Apakah gambar kelihatan berputar?? Mata anda benar-benar tidak jujur, karena gambar ini sebenarnya diam. Kalau tidak percaya perhatikan dengan fokus salah satu lingkaran saja, apakah berputar?
23. Garis-garis horizontalnya mencong-mencong……………. Coba teliti lagi..!
24. Bergerakkah gambar ini?
Jumat, 25 November 2011
Hidrosfer
Tag
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara.
Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang.
Hidrosfer di muka bumi selanjutnya akan dikelompokkan menjadi dua, yaitu perairan darat dan perairan laut. awan terben tuk karena adanya penguapan
Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.
Reade more >>
Siklus hidrologi
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang.
Siklus sedang
Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin menuju ke daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan dan sebagainya hingga kembali lagi ke laut...Siklus panjang
Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke lautan.Hidrosfer di muka bumi selanjutnya akan dikelompokkan menjadi dua, yaitu perairan darat dan perairan laut. awan terben tuk karena adanya penguapan
Perairan di daratan
Perairan di daratan tergolong sebagai perairan tawar, yaitu semua perairan yang melintasi daratan. Air di daratan meliputi air tanah dan air permukaan.Air tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanah berasal dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tertampung pada lapisan kedap air.Air tanah dangkal
Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah.Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.
Air tanah dalam
Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air.
Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Air artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya disebut sumur artesis.Air permukaan
Air permukaan adalah wadah air yang terdapat di permukaan bumi. Bentuk air permukaan meliputi sungai, danau, rawa.Sungai
Sungai adalah air hujan atau mata air yang mengalir secara alami melalui suatu lembah atau di antara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat lebih rendah (laut, danau atau sungai lain).Bagian-bagian sungai
Sungai terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir.- Bagian hulu sungai terletak di daerah yang relatif tinggi sehingga air dapat mengalir turun.
- Bagian tengah sungai terletak pada daerah yang lebih landai.
- Bagian hilir sungai terletak di daerah landai dan sudah mendekati muara sungai.
Jenis-jenis sungai
Jenis-jenis sungai dibagi menjadi 5, yaitu sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran, sungai permanen dan sungai periodik.- Sungai hujan adalah sungai yang berasal dari hujan.
- Sungai gletser adalah sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan es yang mencair.
- Sungai campuran adalah sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang mencair.
- Sungai permanen adalah sungai yang airnya relatif tetap.
- Sungai periodik adalah sungai dengan volume air tidak tetap.
Kode Morse
Tag
Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.
Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.
Kode Morse adalah contoh bentuk komunikasi digital awal.
Kode representasi Morse untuk alfabet
- Huruf A direpresentasikan dengan .-
- Huruf B direpresentasikan dengan -...
- Huruf C direpresentasikan dengan -.-.
- Huruf D direpresentasikan dengan -..
- Huruf E direpresentasikan dengan .
- Huruf F direpresentasikan dengan ..-.
- Huruf G direpresentasikan dengan --.
- Huruf H direpresentasikan dengan ....
- Huruf I direpresentasikan dengan ..
- Huruf J direpresentasikan dengan .---
- Huruf K direpresentasikan dengan -.-
- Huruf L direpresentasikan dengan .-..
- Huruf M direpresentasikan dengan --
- Huruf N direpresentasikan dengan -.
- Huruf O direpresentasikan dengan ---
- Huruf P direpresentasikan dengan .--.
- Huruf Q direpresentasikan dengan --.-
- Huruf R direpresentasikan dengan .-.
- Huruf S direpresentasikan dengan ...
- Huruf T direpresentasikan dengan -
- Huruf U direpresentasikan dengan ..-
- Huruf V direpresentasikan dengan ...-
- Huruf W direpresentasikan dengan .--
- Huruf X direpresentasikan dengan -..-
- Huruf Y direpresentasikan dengan -.--
- Huruf Z direpresentasikan dengan --..
Tanda Baca :
- Tanda . direpresentasikan dengan .-.-.-
- Tanda , direpresentasikan dengan --..--
- Tanda : direpresentasikan dengan ---...
- Tanda - direpresentasikan dengan -....-
- Tanda / direpresentasikan dengan -..-.
Angka :
- 1 .----
- 2 ..---
- 3 ...--
- 4 ....-
- 5 .....
- 6 -....
- 7 --...
- 8 ---..
- 9 ----.
- 0 -----
Kode yang paling terkenal dalam Kode Morse adalah SOS (... --- ...), yaitu kode yang biasanya digunakan untuk memanggil bantuan oleh para pelaut jika kapal mereka terjebak dalam bahaya. Kode morse juga digunakan oleh para radio amatir untuk berkomunikasi, keuntungan penggunaan kode morse pada komunikasi radio adalah alat yang digunakan sangat sederhana, dan pancaran gelombang radio akan lebih jauh jika menggunakan kode morse dibandingkan dengan gelombang radio yang ditumpangi suara (audio)
Jumat, 18 November 2011
Sungai Brantas
Tag
Sungai Brantas adalah sebuah sungai di Jawa Timur yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo.
Sungai Brantas bermata air di Desa Sumber Brantas (Kota Batu), lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto sungai ini bercabang dua manjadi Kali Mas (ke arah Surabaya) dan Kali Porong (ke arah Porong, Kabupaten Sidoarjo). Kali Brantas mempunyai DAS seluas 11.800 km² atau ¼ dari luas Provinsi Jatim. Panjang sungai utama 320 km mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Curah hujan rata-rata mencapai 2.000 mm per-tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan pertahun rata-rata 12 miliar m³. Potensi yang termanfaatkan sebesar 2,6-3,0 miliar m³.Sungai Brantas Dalam Sejarah
Sejak abad ke 8, di DAS Kali Brantas telah berdiri sebuah kerajaan dengan corak agraris, bernama Kanjuruhan. Kerajaan ini meninggalkan Candi Badut dan prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 M sebagai bukti keberadaannya. Wilayah hulu DAS Kali Brantas di mana kerajaan ini berpusat memang cocok untuk pengembangan sistem pertanian sawah dengan irigasi yang teratur sehingga tidak mengherankan daerah itu menjadi salah satu pusat kekuasaan di Jawa Timur (Tanudirdjo, 1997). Sungai Brantas maupun anak-anak sungainya menjadi sumber air yang memadai. Bukti terkuat tentang adanya budaya pertanian yang ditunjang oleh pengembangan prasarana pengairan (irigasi) yang intensif ditemukan di DAS Kali Brantas, lewat Prasasti Harinjing di Pare. Ada tiga bagian prasasti yang ditemukan, yang tertua berangka tahun 726 S atau 804 M dan yang termuda bertarikh 849 S atau 927 M. Dalam prasasti ini, disebutkan pembangunan sistem irigasi (yang terdiri atas saluran dan bendung atau tanggul) yang disebut dawuhan pada anak sungai Kali Konto, yakni Kali Harinjing (Lombard, 2000).Sungai Brantas memiliki fungsi yang sangat penting bagi Jawa Timur mengingat 60% produksi padi berasal dari areal persawahan di sepanjang aliran sungai ini. Akibat pendangkalan dan debit air yang terus menurun sungai ini tidak bisa dilayari lagi. Fungsinya kini beralih sebagai irigasi dan bahan baku air minum bagi sejumlah kota disepanjang alirannya. Adanya beberapa gunung berapi yang aktif di bagian hulu sungai, yaitu Gunung Kelud dan Gunung Semeru menyebabkan banyak material vulkanik yang mengalir ke sungai ini. Hal ini menyebabkan tingkat sedimentasi bendungan-bendungan yang ada di aliran sungai ini sangat tinggi. Merujuk khazanah sastra Jawa, sungai Brantas ini yang diduga kuat disebut sebagai Ci Ronabaya dalam naskah Bujangga Manik.
Permasalahan Utama
Permasalahan pokok di DAS Kali Brantas adalah fluktuasi air permukaan yang ditandai oleh dua peristiwa: kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Kegagalan panen dan kelaparan menjadi akibat dari kekurangan air di musim kemarau, sebaliknya di musim hujan terjadi bencana yang mengakibatkan korban harta bahkan jiwa. Selain itu, kondisi aliran air Kali Brantas juga terkendala oleh endapan sedimen yang dihasilkan letusan Gunung Kelud (+1.781). Setiap 10 hingga 15 tahun, gunung ini meletus – melontarkan abu dan batu piroklastik ke bagian tengah dari DAS Kali Brantas – yang pada akhirnya menimbulkan gangguan fluvial pada aliran air Kali Brantas (Valiant, 2005).Pengembangan Sumberdaya Air
Pengembangan DAS Kali Brantas dengan pendekatan «modern» dimulai sejak 1961 berlandaskan prinsip «satu sungai, satu rencana, satu manajemen terpadu» yang dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kebijaksanaan pemerintah dari waktu ke waktu. Pengembangan dilakukan melalui 4 (empat) rencana induk pengembangan DAS. Sasaran utama rencana induk berturut-turut adalah pengendalian banjir (1961), penyediaan air irigasi (1973), penyediaan air baku (1985) dan konservasi dan manajemen sumberdaya air (1998). Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut:- Rencana induk pertama memiliki sasaran pengendalian banjir oleh karena tanpa pengendalian maka pengembangan yang lain tidak bisa dilakukan. Pengendalian banjir dilakukan dengan membangun sejumlah bendungan untuk menampung kelebihan air, perbaikan alur sungai di bagian tengah DAS dan pembuatan jalur pelepas banjir (flood way). Selain itu disiapkan pula sistem peringatan dini banjir dan jejaring pemantauan hidrologi.
- Rencana induk kedua memiliki sasaran penyediaan air irigasi, seiring kebijakan Pemerintah untuk mencukupi kebutuhan beras nasional dengan memperluas pertanian berbasis irigasi teknis. Sejumlah bendung dan bangunan pengambilan air dibangun dalam tahapan rencana induk ini.
- Rencana induk ketiga memiliki sasaran penyediaan air baku, khususnya pelayanan air di daerah tengah dan hilir dari DAS Kali Brantas. Sejumlah bendung, sistem suplesi (penambahan debit) dan infrastruktur lain yang dapat dipakai melayani air baku dibangun dalam tahapan rencana induk ini.
- Rencana induk ke empat ditekankan pada konservasi dan pengelolaan sumberdaya air. Pengelolaan air tidak saja mencakup aspek kuantitas namun juga ke arah pengendalian kualitas – walaupun masih bersifat terbatas. Dalam tahap ini dikembangkan sistem pengelolaan informasi hidrologi.
Penduduk di wilayah sungai Kali Brantas mencapai 15,2 juta orang (1999) atau 43% dari penduduk Jatim dan mempunyai kepadatan rata-rata 1,2 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jatim. Adapun Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Provinsi Jatim sebagai lumbung pangan nasional. Dalam tahun 1994–1997, Provinsi Jatim telah memberi kontribusi rata-rata 470.000 ton beras/tahun atau sebesar 25% dari stok pangan nasional.
Pada pertengahan tahun 1980-an mulai timbul masalah mengenai «siapa» yang diberi tugas untuk mengelola bangunan prasarana pengairan pasca proyek agar bangunan, dengan total investasi tertanam di Kali Brantas sebesar Rp 7,38 triliun (nilai tahun 2000), dapat berfungsi sesuai yang direncanakan. Persoalan pengelolaan pasca pembangunan tersebut, terutama dalam hal institusi, sumberdaya manusia dan pendanaan. Mengacu pada pengalaman negara maju dan berdasar peraturan-perundangan yang ada serta untuk menjaga keberlanjutan fungsi prasarana pengairan tersebut, maka Pemerintah membentuk Perum Jasa Tirta I selaku BUMN pengelola Kali Brantas pada tahun 1990.
Karakteristik Batubara Pada Lingkungan Pengendapan Delta
Tag
Batubara adalah batuan yang mudah terbakar yang mengandung > 50% berat dan > 70% volume material karbon, terbentuk dari proses penggambutan dan pembatubaraan material organik pada berbagai lingkungan pengendapan. Batubaradapat terbentuk di berbagai lingkungan pengendapan, salah satunya adalah delta. Batubara yang terbentuk pada lingkungan delta memiliki karakteristik yang berbeda dengan batubara yang terbentuk pada lingkungan yang lain.
Batubara yang terbentuk pada lingkungan delta umumnya dijumpai pada delta plain. Lingkungan delta plain sendiri dibagi menjadi: lower delta plain, transitional lower delta plain dan upper delta plain. Batubara yang terbentuk pada sub lingkungan delta plain tersebut akan memiliki karakteristik/sifat fisik, sifat kimia, ketebalan dan penyebaran lapisan batubara tertentu dan berlainan satu sama lainnya.
Batubara pada lower delta plain merupakan bright coal, memiliki kandungan abu dan sulfur tinggi, nilai kalori rendah dan ketebalan yang relatif tipis dengan penyebaran yang relatif luas. Batubara pada upper delta plain merupakan bright coal, memiliki kandungan abu rendah, kandungan sulfur rendah, nilai kalori tinggi dan penyebarannya bersifat diskontinyu atau lentikuler dengan ketebalan mencapai 10 m. Batubara yang terbentuk pada lingkungan transitional lower delta plain lebih tebal dari kedua lingkungan yang lain dan mempunyai penyebaran yang luas, menerus dan memiliki kandungan sulfur yang rendah.
Panas Bumi, Energi yang sangat Menjanjikan di Indonesia
Tag
bahan bakar fosil seperti minyak, gas dan batubara sama sekali belum diteriakkan oleh para pakar dan pemerhati energi di dunia.
Pengembangan energi alternatif sepertinya mutlak dilakukan. Ancaman kian menipisnya persediaan energi berbasis fosil membuat umat manusia di Bumi ini tak lagi punya pilihan. Investasi dengan dana yang mahabesar digelontorkan untuk mencari teknologi tercanggih demi memenuhi kebutuhan manusia akan energi. Bahkan, menurut Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Hadi Hastowo, pada tahun 2020 Indonesia diprediksi menjadi negara di dunia pengimpor energi terbesar jika masih mengandalkan sumber energi konvensional. “ sistem pembangkit listrik kita saat ini masih banyak tergantung kepada penggunaan batubara, minyak, dan gas sebagai sumber energinya,” katanya kepada Antara beberapa waktu lalu. Untuk memenuhi kebutuhan energinya, Indonesia telah mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) 350 ribu barel perhari, dan subsidi yang dikeluarkan mencapai Rp 70 triliun.
Pemerintah bukannya tak perduli dengan urusan energi alternatif ini. Perpres No 5 Tahun 2006 dan Inpres No 1 tahun 2006 mengenai kebijakan Energi Nasional (KEN) adalah buktinya. Regulasi ini memberikan porsi lebih besar kepada energi terbarukan termasuk panas bumi.
Dari Perpres tersebut, pada 2025 ditargetkan minyak bumi menjadi kurang dari 25 %, gas bumi 30 %, batubara 33 %, biofuel 5 %, panas bumi 5 %, batubara yang dicairkan 2 % dan lainnya (biomass, nuklir,tenaga air, surya dan angin) 5 %. Ditargetkan energi panas bumi dapat digunakan hingga 9.500 MWe pada 2025.
Pada 12 Desember 2006, Pertamina mendirikan Pertamina Geothermal Energi (PGE). PGE diamanatkan untuk mengembangkan 15 wilayah kerja perusahaan (WKP) geothermal di Indonesia. Beberapa wilayah kerjanya adalah Sibayak (Sumatra Utara), Sungai Penuh(Jambi), Lumut Balai (Sumatra Selatan), Hululais (Bengkulu), Kotamobagu dan Lahendong (Sulawesi Utara) dan Ulubelu (Lampung).
Keseriusan pemerintah mengembangkan panas bumi ini juga terlihat dari kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah Kongres Geothermal Dunia ke-5 di Bali pada tanggal 25-30 April 2010 mendatang. Acara akan di buka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini akan dihadiri sekitar 2.500 orang, termasuk pada menteri dan pakar energi dari berbagai negara seperti Jepang, Indonesia, Australia, Prancis dan Selandia Baru.
Diantara energi terbarukan lainnya—seperti biofuel, nuklir, air, tenaga surya dan angin---energi panas bumi dinilai sangat menjanjikan. Hal ini lantaran panas bumi bisa dikonversi menjadi energi listrik. Bahkan, sejumlah Negara seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang, Prancis, Inggris, Swiss, Italia dan Swedia serius membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Bahkan, AS memiliki target optimistis bisa memenuhi 50 % kebutuhan listriknya dari energi panas bumi pada tahun 2050.
Indonesia sesungguhnya sudah mengarah ke sana. Beruntunglah, Indonesia tak hanya kaya sumber alam hayati, namun juga diberkahi sumber mineral yang luar biasa. Indonesia dilalui sabuk vulkanik yang membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Di dalam sabuk vulkanik itu terdapat sekitar 117 pusat gunung berapi aktif yang membentuk jalur gunung api sepanjang kurang lebih 7.000 km. Rasanya wajar jika Indonesia memiliki 40 persen potensi panas bumi di dunia karena Indonesia memiliki 265 lokasi panas bumi dengan total potensi energi mencapai 28.100 MWe. Tahun 2009, beberapa lokasi panas bumi baru ditemukan seperti Kebar di Manokwari, Papua Barat, Tehoru, Banda Baru, Pohon Batu, Pohon Batu dan Kelapa Dua di Maluku, Lili, mapili dan Alu di Mandar, Sulawesi Barat. Ironisnya, baru 4 persen saja (1.189 KWe) dari potensi panas bumi tersebut yang telah dimanfaatkan. Bandingkan dengan Filipina yang telah memanfaatkan 44,5 % potensi energi panas buminya.
Minimnya pemanfaatan energi panas bumi ini tergambar dari komposisi sumber listrik di Tanah Air. Listrik yang digunakan di Indonesia sebagian besar memanfaatkan energi konvensional. Baru 3 % saja dari tenaga listrik yang ada di Indonesia yang memanfaatkan energi panas bumi. Sementara, BBM 20,6 %, batubara 32,7 %, dan gas alam 32,7 %.
Namun, memaksimalkan potensi panas bumi di Tanah Air tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pengembangan panas bumi sangat terkait dengan begitu banyak variabel. Tak hanya persoalan eksplorasi dan eksploitasi yang sering kali berbenturan dengan kebijakan kehutanan. Tapi, juga karakteristik panas bumi yang berada di kawasan pegunungan yang mnyebabkan panas bumi tidak bisa disalurkan dengan jarak jauh seperti gas.
Selain itu, konsumen PGE yang cenderung tunggal yaitu hanya ke PLN juga menyulitkan. Secara bisnis, harga per kWh listrik pun belum sepenuhnya menguntungkan. Kendala terbesar adalah bisnis panas bumi memerlukan investasi sangat tinggi dan cukup beresiko. Sementara, harga energi alternatif seperti panas bumi masih kalah murah dari harga energi konvensional (BBM). Tidak seimbangnya antara biaya investasi, membangun infrastruktur, dan pengembangan energi dengan harga jual membuat bisnis ini tidak dilirik investor.
Banyaknya kendala dalam pengembangan panas bumi tak berarti harus menghentikan langkah untuk mengembangkan bisnis ini. Jika saat ini pemanfaatan energi panas bumi seolah hanya tunggal, yaitu PLN (indirect use), maka sebenarnya hal ini bisa diatasi. Di banyak Negara, energi panas bumi sudah masuk dalam kategori direct use, yaitu sebagai pemanas di gedung, peternakan, pertanian dan industri. Hal ini sesungguhnya telah dirintis di Indonesia dengan mendirikan pabrik gula aren di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara yang memanfaatkan panas bumi yang dikelola PGE.
Selain itu, panas bumi memiliki banyak keunggulan yang tak dimiliki energi jenis lain. Panas bumi adalah yang paling ramah lingkungan karena lebih rendah emisi karbondioksidanya dibanding sumber energi konvensional. Kelebihan lainnya adalah energi ini merupakan energi terbarukan yang tidak terpengaruh iklim dan cuaca.
Hal yang bisa dilakukan untuk terus memanfaatkan energi panas bumi adalah berbagai instansi yang terkait dengan masalah ini harus bergerak dalam arah yang sama dengan kepentingan dan tujuan yang sama. Beberapa instansi terkait tersebut adalah Kementrian Negara BUMN, Departemen ESDM, Departemen Keuangan, Kementrian Riset dan Teknologi, Departemen Kehutanan, Departemen Perindustrian dan BUMN terkait.
Pemerintah harus pula berkonsentrasi untuk menciptakan teknologi pemanfaatan panas bumi yang terbaik dan ekonomis serta menekan harga listrik geothermal. Hal yang tidak kalah penting adalah membuat roadmap yang jelas, mulai dari riset hingga program penerapannya.
Sumber : Republika, edisi Jumat 12 Maret 2010 yang ditulis oleh Wartawan Republika (Maghfiroh Yenny) dengan judul Berharap lebih pada Panas Bumi).
Langganan:
Postingan (Atom)
























